Dokumentasi Xubuntu 17.10 Artful Aardvark

Dokumentasi Xubuntu 17.10 Artful Aardvark
Tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2017, Ubuntu secara resmi menghadirkan versi terbaru dengan kode rilis Artful Aardvark. Tak hanya Ubuntu saja yang melakukan "launching" versi teranyar, melainkan beberapa Distro keluarga Ubuntu (Ubuntu Family) pun melakukan hal yang sama.
Bagi pembaca yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Xubuntu, bisa dengan cara membeli Produk Resmi dari Xubuntu dilink ini (silahkan klik)
Sebagai pengguna yang lebih mengedepankan kecepatan saya cendrung memilih desktop XFCE dibanding Lingkungan Desktop Ubuntu yang sekarang kembali meminang Gnome. Untuk intu saya mendownload Xubuntu 17.10 Artful Aardvark untuk disandingkan dengan Microsoft Windows 7 pada laptop.
Dokumentasi Xubuntu 17.10 Artful Aardvark
Buat kalian yang ingin mendownload ISO Xubuntu 17.10 bisa melelaui mirror ini untuk 32bit dan ini untuk 64bit. Sedangkan untuk Ubuntu 17.10 bisa melalui link ini. Sebagai informasi, sekarang Ubuntu hanya menyediakan versi 64bit saja.
Untuk mengetahui mengenai Xubuntu, bisa download Flyer disini (silahkan klik)

Dokumentasi Xubuntu 17.10

Mengganti Repository Xubuntu 17.10 Ke Mirror Lokal (Indonesia)

Masih sama seperti Xubuntu sebelumnya, untuk mengganti repository kita bisa menggunakan fasilitas GUI.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita kenalan dulu yuk sama beberapa istilah diatas.

Repository

GNU/Linux pada kasus ini Ubuntu menganut sistem management paket secara terpusat, artinya semua software/aplikasi ditempatkan pada sebuah server khusus yang bisa diakses oleh penggunanya, server inilah yang disebut Repository. Semua aplikasi yang berada di Repository Ubuntu semuanya telah melalui tahap pengujian oleh tim Ubuntu sehingga sudah bisa dipastikan bisa berjalan lancar (kompatibel) dengan versi Ubuntu yang kita gunakan.

Lalu bagaimana jika aplikasi yang kita cari tidak terdaftar di Repository? Tenang aja, kita tetap bisa kok menginstallnya melalui “pihak ketiga” seperti PPA (akan kita bahas pada seri selanjutnya) dan beberapa sumber lainnya. Konsep ini sama seperti Playstore pada Android dan Appstore pada IOS.

Mirror

Mirror atau dalam bahasa Indonesia nya cermin adalah sebuah repository lokal yang berfungsi meng-sinkronisasi semua paket aplikasi yang berada pada server pusat. Dengan menggunakan mirror diharapkan proses download aplikasi menjadi lebih cepat. Mirror ini bisa disediakan oleh sebuah institusi, komunitas, maupun pihak akademis seperti Universitas.

Gimana, keren kan dunia Open Source dimana mengajak semua pihak untuk terlibat, dan asiknya lagi semua mirror tersebut bisa kita gunakan free. Oke kita cukupkan perkenalannya. Lebih seru langsung ke TKP. Proses ini membutuhkan koneksi internet ya.

Cara Mengganti Repository Ke Mirror Indonesia

Pertama kita buka Start menu → Settings → Software & updates lihat gambar berikut;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Lalu akan terbuka jendela seperti berikut;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Pada bagian download from kita ubah menjadi Other lalu klik, maka akan terbuka jendela seperti berikut;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Kita cari negara Indonesia lalu pilih salah satu mirror yang sudah disediakan, disini saya memilih kambig.ui.ac.id (Universitas Indonesia) lalu klik Choose Server (kanan bawah) kemudian akan muncul jendela dimana kita harus memasukkan password, berikut gambarnya;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Masukkan password lalu klik Authenticate
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Kotak merah menandakan Repository kita sudah berubah ke mirror http://kambing.ui.ac.id/ubuntu kemudia klik Close untuk menutup software & update, maka akan muncul notifikasi seperti berikut;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Kita klik Reload untuk memperbaharui daftar dari Repository kita, lalu proses pembaharuan (update) akan berjalan seperti berikut;
Cara Mengganti Repository Xubuntu Ke Mirror Lokal Indonesia

Jika proses update telah selesai maka jendela akan tertutup otomatis.

Atau kita juga bisa mengganti repository langsung dengan mengedit berkasnya yang berada di /etc/apt/source.list caranya buka terminal dengan menekan “ctrl+alt”t” lalu ketik “sudo mousepad /etc/apt/source.list” (tanpa tanda kutip) lalu tekan enter, jangan lupa masukkan password ya.

Lalu mousepad akan terbuka dengan sendirinya, kita hapus semua isinya lalu ganti dengan repository berikut;
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-backports main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security universe
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security multiverse
Kita save dengan menekan “ctrl+s” lalu exit. Kemudian kita ketik “sudo apt update” dan proses update pun akan berjalan.

Silahkan pilih mana yang paling mudah. Kini Repository kita sudah mengarah ke Mirror Lokal yang disediakan oleh Universitas Indonesia.

Install Driver

Langkah selanjutnya yang biasa saya lakukan adalah dengan mengecek Additional Drivers. Pertama kita masuk terlebih dahulu ke Sofware & Updates lalu pilih Tab Additional Drivers.
Pada kasus saya terdapat dua driver yang harus didownload agar kinerja system lebih optimal. Yaitu Broadcom Limited: BCM43224 802.11a/b/g/n yang menggunakan Broadcom 802.11 Linux STA wireless driver (proprietary) dan Processor microcode firmware for Intel CPUs (proprietary). Klik Apply Changes untuk melakukan installasi driver.

Install Google Chrome Web Browser

Meskipun Ubuntu sudah menyertakan Firefox sebagai web browser defaultnya, namun karena satu dan lain hal terkadang kita membutuhkan web browser lainnya, Google Chrome misalnya. Untuk menginstall Google Chrome, pertama kita harus mendownload terlebih dahulu file installernya disini. Secara default berkas Google Chrome adak berada di direktori Downloads. Jadi untuk menginstallnya kita bisa mengetik perintah

sudo dpkg -i Downloads/google-chrome-stable_current_amd64.deb

Untuk mengatasi error, kita bisa mengetik

sudo apt install -f

Install Synapse

Untuk mempermudah dalam pencarian berkas, saya menginstall aplikasi Launcher Synapse. Untuk dokumentasi Synapse bisa dilihat di artikel ini. Cara installasi Synapse sangatlah mudah, kita cukup mengetik

sudo apt install synapse -y

Install GDebi

Palikasi selanjutnya yang sangat penting adalah GDebi. Untuk menginstallnya kita cukup mengetik perintah

sudo apt install gdebi -y

Install Synaptic

Aplikasi selanjutnya adalah Synaptic Package Manager. Dari namanya saja kita sudah bisa menyimpulkan bahwa aplikasi ini berfungsi untuk mengelola paket Ubuntu kita. Untuk menginstallnya kita bisa mengetik

sudo apt install synaptic

Memindahkan Panel

Panel Xubuntu secaa defaut berada diatas (top). Untuk memindahkannya kebawah, pertama kita klik kanan pada panel lalu pilih Panel kemudian pilih Panel Preferences
Kemudian kita cari Lock panel, lalu kita hilangkan ceklisnya.
Setelah dibuka (unlock) panel bisa kita pindahkan sesuai kebutuhan dan selera. Caranya tinggal kita geser panel tersebut dengan cara klik tahan lalu geser ke tempat yang kita inginkan. Setelah pas, kita kunci kembali panelnya.

Install Shotwell

Berbeda denga Ubuntu yang sudah menyertakan Shotwell sebagai aplikasi pengelola gambar, di Xubuntu kita harus menginstallnya terlebih dahulu dengan cara

sudo apt install shotwell -y

Shotwell biasa saya gunakan untuk meng-crop gambar.

Install Pinta

Apliaksi Image Editing selanjutnya yang biasa saya install adalah Pinta. Aplikasi ini bisa kita gunakan untuk mengedit gambar sebagai alternatif Microsoft Paint hingga Adobe Photoshop. Untuk menginstallnya kita tinggal mengetik

sudo apt instal pinta -y

Install Wine1.6

Langkah selanjutnya yang biasa saya lakukan adalah menginstall Wine. Wine merupakan akronim dari Wine Is Not Emulator. Dengan Wine kita bisa menjalankan aplikasi Windows di GNU/Linux pada kasus ini Xubuntu 17.10. Untuk menginstallnya kita cukup mengetik

sudo apt install wine1.6 -y

Kemudian untuk menjalankan aplikasi Windows di Ubuntu, kita bisa mengetik wine nama_aplikasi sebagai contoh

wine Downloads/npp.7.5.installer.exe

Install AMP Stack

Apliaksi penting lainnya yang biasa saya install adalah Apache2 Mysql Php dan phpMyAdmin atau yang biasa disingkan AMP Stack.

Apache2

Pertama kita install apache2 dengan mengetik

sudo apt install apache2 -y

MySql

Kemudian kita install Mysql dengan mengetik

sudo apt install mysql-server -y

Kita akan diminta untuk memasukkan password mysql kita
Ketik ulang password

Php 7.1

Selanjutnya kita install Php 7.1 dengan mengetik

sudo apt install php 7.1 -y

phpMyAdmin

Terakhir untuk mengelola database kita bisa menginstall phpMyAdmin dengan mengetik

sudo apt install phpmyadmin -y

Akan muncul dialog untuk memilih web server, pilih 1 untuk menggunakan Apache2 lalu tekan enter.
Langkah selanjutnya kita diminta untuk memilih konfigurasi phpMyAdmin, pilih saya YES lalu tekan Enter.
Masukkan password Mysql untuk phpMyAdmin
Masukkan ulang passwordnya

Install VLC

Meski Xubuntu sudah menyertakan Parole sebagai media playernya, tapi disini saya akan menginstall VLC sebagai media player favourite. Cara installasinya cukup mudah, kita tinggal mengetik

sudo apt install vlc -y

Install Xubuntu Restricted Extras

Langkah terakhir pada dokumentasi ini adalah dengan menginstall paket xubuntu-restricted-extras. Dengan menginstall paket ini, kita akan bisa memainkan file multimedia umumnya seperti mp3, 3gp, dan sebagainya.

Cara installasinya cukup mudah, kita tinggal mengetik

sudo apt install xubuntu-restricted-extras -y

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan dengan Xubuntu, namun pada artikel ini saya cukupkan, untuk tutorial dan dokumentasi lainnya yang belum tercakup di artikel ini akan saya posting dalam artikel yang berbeda.
Untuk melihat dokumentasi resmi Xubuntu bisa dilihat dilink ini
Semoga dokumentasi sederhana ini bermanfaat... Jika ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan untuk menyampaikannya melalui form komentar, jika tidak ada halangan akan saya balas secepatnya.

cuma pengen nulis, kadang nulis tutorial, kadang nulis random, kadang nulis, kadang enggak, kadang-kadang yang nulis juga gak tau apa yang ditulis. cuma ngurus 1 blog dialamat ludy.web.id. Udah gitu aja...

Share this