Beberapa Metode Pembayaran Penulis Online

Kaya Dari Menulis...??? Gak Salah Tuh...???
Pengen dapetin uang dari kegiatan menulis di internet???

Pengen jadiin menulis sebagai usaha sampingan???

Gaji kurang, utang banyak, trus mau "ngadu nasib" mencari penghasilan tambahan dari menulis???

Berapa sih penghasilan menjadi penulis lepas atau bahasa kerennya kontributor sebuah portal online???

Dihargai berapa sih tiap artikel yang berhasil tayang???

Hmmm...

Agak bingung juga ya kalo dibrondong pertanyaan diatas...

Emang siapa yang nanya tuh...???

Gak ada sich... Itu cuma dialog dalam diri sendiri... Da aku mah apa atuh, nanya sendiri jawab juga sendiri hihihi...

Tapi gak papa-lah ya, rasanya topik diatas menarik juga diangkat sebagai materi tulisan blog yang gak jelas ini...

Coba kita "ulik" beberapa pertanyaan diatas, setuju kan??? Setuju aja lah ya... Hihihi...

Apakah Menulis Di Internet Bisa Menghasilkan Uang???

Jawabannya bisa IYA bisa TIDAK... Tergantung apa tujuan kita menulis dan disitus apa tulisan kita diterbitkan...

Sebagai contoh, setiap tulisan yang kalian baca pada blog ini, saya selaku admin, author, penulis, owner, marbot, kuncen apalah itu bahasanya tidak mendapatkan keuntungan secara materi sepeserpun...

Kenapa bisa begitu...???

Karena blog ini belum terpasang iklan, jadi ya kasarnya buat kalian yang menjadikan materi sebagai standarisasinya mungkin bakal bilang gini, berarti punya dan nulis di blog ini cuma buang-buang waktu, tenaga dan buang kuota internet aja donk...???

Ya, bisa dibilang kayak gitu...

Terus kenapa atuh punya personal blog segala???

Ya karena cuma pengen nulis, udah itu aja...

Bakal lain ceritanya kalo blog ini udah dipasangin iklan atau affiliasi. Saya (mungkin) akan mendapatkan rupiah perbulan yang jumlahnya bisa buat biaya ngadain resepsi pernikahan 7 hari 7 malem plus pertunjukan wayang golek di hari pamungkas.

Itupun buanyak pake banget syaratnya... Seriusan, udah banyak pake banget...

Beda kalo tulisan kalian dipublish di blog atau portal online yang mendapatkan pemasukan dari iklan yang dipasang. Kalian mungkin akan mendapatkan bayaran sesuai aturan main yang sudah ditetapkan masing-masing situs. Itung-itungannya macem-macem, kalo kalian penasaran "aturan mainnya" disini saya akan coba merangkumkan diantaranya, maklum sayapun bukan seorang pelaku utama yang mendapatkan uang dari kegiatan menulis. Silahkan cek & ricek langsung atau bahasa kerennya tabayyun ke situs yang artikelnya akan kalian kirimkan.

Beli Putus

Istilah yang pertama yaitu Beli Putus. Kalo dari bahasanya sih kalian pasti udah tau lah ya apa maksudnya. Tapi supaya lebih jelasnya lagi, mending saya jabarin aja supaya persepsi yang kita punya sama.

Maksudnya Beli Putus disini adalah kita akan mendapatkan uang dari setiap artikel atau tulisan yang lolos seleksi dan dipublish di situs tersebut.

Untuk harganya macem-macem, ada yang mukul rata, mau tulisan kalian mengalir menganak sungai, dengan penjabaran dan pilihan diksi kata yang beragam tetep aja bayarannya sama dengan tulisan yang dibuat alakadarnya dan atau artikel yang gak sengaja dilolosin (lolos by accident hihihi). Ada juga yang abu-abu alias gak ngasih kejelasan berapa bayaran dari artikel yang kalian tulis, biasanya mereka ngasih range harga misal minimum sekian dan maksimum sekian itupun kadang gak dirinciin seperti apa dan bagaimana kriteria penilaiannya supaya artikel kita mendapatkan bayaran yang maksimal. Banyakin berdoa aja supaya artikelnya dapet bayaran yang maksimal hihihi.

Wah, "rugi" donk kalo gitu, udah capek-capek observasi, ngumpulin materi, melototin monitor sampe begadang tapi hasilnya gak "sepadan". Ya itulah aturan mainnya, mau syukur gak mau gak papa gak mama. Tapi metode pembayaran seperti ini justu bisa menjadi "celah" buat kalian yang jago memutar dan membolak-balik kata. Tinggal bikin aja artikel alakadar sebanyak-banyaknya untuk disubmit, gak perlu terlalu revolusioner, gak perlu terlalu idealis, gak perlu terlalu inovatif, gak perlu keren pake banget, yang penting asal bisa lolos. Kan lumayan tuh ibarat kata pepatah biar dapetnya sedikit tapi banyak.

Gak cuma sampe disitu, masih ada "serba-serbi" lain dari Beli Putus, yaitu soal hak cipta.
Ya, soal kepemilikan artikel atau bahasa kerennya hak kekayaan intelektual. Karena udah dibeli, jadi artikel kita otomatis bakal berpindah kepemilikan, kayak jual beli pada umumnya.
Dan harus diingat, barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan.
Tapi kadang ada juga "kolektor" dan atau "calo" yang bermain zona ini, maksudnya artikel yang dibeli akan menjadi milik orang atau pihak tertentu yang merekapun tidak menyebutkan akan dimuat dimana karya tulisan kita nantinya. Biasanya metode Beli Putus ini banyak di portal online yang menjajakan jasa penulisan (content writter). Tingkat kesulitan dan bayarannyapun beragam, mulai dari penulis ikan teri sampai penulis ikan kakap.

Bagi Hasil

Selanjutnya ada yang disebut dengan sistem bagi hasil. Widih, syar'i nih...

Eitss... Jangan asal stempel, coba telaah dulu, jangan mentang-mentang ada istilah "agamis" nya lantas otomatis bisa dibenarkan dan dianggap sesuai syariat.
Bisa gawat kalo punya pemikiran seperti ini, nanti bisa-bisa ada isilah pacaran syariah, judi syariah, riba syariah, zina syariah, lokalisasi syariah yang semua nya diawali dengan basmallah dan diakhiri dengan alhamdulillah.

Back To Topic

Sesuai namanya, metode pembayaran ini penulis akan mendapatkan persentase dari total pendapatan iklan yang disertakan dalam artikel kita. Tapi bukan berarti setiap artikel yang lolos seleksi akan otomatis dipasangi iklan. Kadang ada juga beberapa tahapan yang harus dilalui agar iklan layak bercokol diartikel yang kita buat. Misal, artikel kita harus dilihat sekian orang, harus dibagikan (share) sekian banyak, harus ini dan harus itu, untuk aturan berapa persennya ya tergantung situsnya, mungkin itu kekurangannya.

Namun kabar baiknya, selama artikel kita masih dipasangi iklan, maka selama itu pula kita akan mendapatkan "penghasilan". Untuk "hak cipta" biasanya ada yang tetap menjadi milik kontributor ada yang menjadi milik sipenayang tulisan kita.

Udah jelas donk perbedaan "bayaran" dari sistem Beli Putus dan Persentase Iklan???

Kalo Rejeki Gak Akan Kemana

Nah, buat metode pembayaran selanjutnya saya bingung nih mau ngasih nama apa, jadi ya kita balik lagi aja ke wejangan orang tua kita yang selalu menghibur dengan ungkapan, "kalo rejeki gak akan kemana..."

Kalo dapet bayaran "gede" ya rejekinya segitu, kalo dapet bayaran "sedikit" ya emang udah rejekinya segitu, gak akan ketuker kok, yakin deh...

Untuk yang satu ini biasanya akan sangat tergantung "keikhlasan" dan kebijakan situs atau portal onlinenya. Kadang mereka cuma bilang (tanpa menyebutkan nominal tentunya), setiap tulisan yang berhasil terbit akan mendapatkan honorium yang cukup untuk ini dan itu, atau akan mendapatkan bingkisan spesial, atau akan mendapat ini dan itu. Dan tentu saja apa yang mereka janjikan pasti adanya, bukan sekedar iming-iming semata.

Untuk hak cipta, ada yang tetap menjadi milik penulis ada yang berpindah kepemilikan. Biasanya orang yang menulis di media seperti ini lebih mengejar faktor selain materi, entah itu isenk, kebanggaan tersendiri, prestise, kepuasan batin atau penasaran kenapa artikelnya selalu ditolak berulang kali hihihi...

Cuma ketiga cara diatas kah...??? Tentunya enggak, masih banyak lagi yang lainnya, tapi saya rasa rata-rata aturan mainnya gak akan jauh dari ketiga hal tersebut.

Jadi gimana sekarang...???

Masih mau jadi penulis online...???

Karena mut nulisnya lagi kurang bagus dan belum tau juga apa yang mau dibahas, jadi artikel kali ini saya gantung aja lah...

Kaya Dari Menulis...??? Gak Salah Kan...???

Untuk pemesanan, hubungi kami melalui kontak yang tersedia berikut:

Chat WhatsApp Send SMS Call

Comment (0)

Post a Comment

Dilarang NYEMPAM ya...
Komentar yang nyertain link aktif gak akan di publish...