Sendiri Lagi Dibuang Sayang

Sendiri Lagi Lagu Buatan Sendiri

Spoiler > Postingan ini isinya galau, cengeng dan penuh dengan sifat ketidaklakian, buat kalian yang jijik sama kisah percintaan yang lebay bin alay, mending langung skip postingan ini dan beralih ke artikel lainnya disini.

Hmmm...

Postingan kali ini, kita mungkin lebih tepatnya saya kali ya akan galau-galau-an.

Anggap aja ini kategori curhatan, tapi bukan curhatan saya tentunya... Ya mungkin aja salah dua dari kalian pernah atau mungkin sedang mengalaminya?

Entahlah, soalnya inti cerita dari lagu ini bener-bener dibuat berdasar khayalan semata.

Intisari Lagu

Berawal dari pengen bikin lagu yang nyeritain tentang seorang pemuda yang ngejalanin cinta sesaat.

Tapi entah kenapa, semuanya terasa indah.

Well, kadang emang cinta tuh gak pernah bisa diterka ya...

Hahaha...

Mungkin lebih tepatnya tuh cerita lagu ini sejalan sama petuah bijak Om Patkay yang pasti kalian udah tahu...
Cinta deritanya tiada akhir
Ya... Saat proses pengkhayalan, saya berusaha menjadi orang yang sedang patah hati ditinggal kekasih... Agak sulit, karena butuh penghayatan yang lebih dalam, soalnya saya sedang gak lagi ngalamin itu.

Masa iya harus mengorek kembali kenangan masa lalu bersama mantan?

Ya gak gitu juga lah, ini lagu bukan untuk seseorang, jadi ceritanya-pun gak boleh sama sekali diambil dari pengalaman pribadi...

Gak salah sih, tapi supaya eksklusif aja...

Mentok

Proses yang paling sulit sampai membuat saya mentok adalah ketika memilih alur cerita yang akan disampaikan.

Saya lupa tahun berapa tepatnya lagu ini dibuat, tapi yang saya ingat memang ditahun tersebut udah gak ada lagi orang-orang yang menjadikan saya sebagai "tempat sampah" untuk curhat.

Sebenarnya ada beberapa cerita (curhatan) yang menarik untuk diangkat...

Tapi lagi-lagi karena saya ingin lagu ini bersifat eksklusif, saya cuma mau cerita lagu ini benar-benar bersumber dari khayalan.

Terkesan memaksakan... Ya, mau gimana lagi, itulah saya... Kalo udah pengennya gini, ya gak bisa serta merta jadi gitu...

Akhirnya setelah berbulan-bulan, dan bogkar pasang kata-kata, rangkaian liriknya-pun saya rasa cukup nyambung.

Sendiri Lagi

Teringat saat pertama jumpa kau beri satu senyuman manis kau sapa diriku oh bahagianya aku kasih

Namun kini kau menghilang dariku tinggalkan luka yang dalam untukku kuingin kau tahu tiada yang menggantikanmu

Sendiri lagi jalani hari tanpamu aku sesali mengapa harus secepat ini

Kau tinggalkanku hempaskan semua mimpiku aku menanti keajaiban aku miliki

Semua terasa indah sesaat bersamamu kini semua berlalu begitu saja

Kuharap aku kan mampu melupakan dirimu yang selalu saja hiasi setiap malam-malamku

Sendiri lagi jalani hari tanpamu aku sesali mengapa harus secepat ini

Kau tinggalkanku hempaskan semua mimpiku aku menanti keajaiban aku miliki

Aku sesali kau tinggalkanku aku menanti keajaiban aku miliki

Cinta... Ooh.. Cinta...

Nah, kira-kira begitulah rangkaian nada penuh penyesalan dari seorang pria... 

Entahlah, yang pasti proses pembuatan lagu ini tuh cukup makan banyak waktu... Daripada makin ngelantur, mungkin ada yang penasaran juga, sejelek apa sih kalo kata-kata diatas dilantunkan? 

Hasilnya

Isenk nyoba gitaran sambil nyanyi, ternyata hasilnya ancur, maklum bukan penyanyi, bukan juga guru ngaji, cuma pengen ber ekspresi ngeluapin rasa dihati, ceileeeh...

Langsung aja ditimpukin sama duit 1000-an logam.
Semoga telinga kalian gak sakit ya... Peace...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sendiri Lagi Dibuang Sayang"

Posting Komentar

Dilarang NYEPAM ya...
Komentar yang nyertain link aktif gak akan di publish...