Minggu, 30 Juni 2019

Dokumentasi Proses Migrasi Konten

Dokumentasi Proses Migrasi Konten
Ilustrasi Migrasi

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

Wahhh... Udah lama juga ya gak nulis di blog ini... Hampir 2 bulan blog ini kosong tanpa ada konten baru...

Daripada dibiarin lama-lama gak diisi -- ibarat rumah tuh takut malah dihuni makluk ghaib -- mending saya dokumentasiin aja proses migrasi konten yang sedang saya lakukan ke blog khusus.

Dokumentasi Proses Migrasi Konten

Oke... Saya mulai dari alasan kenapa konten disini dimigrasikan... Sebagian besar sudah saya tulis disini (silahkan klik).

Tapi untuk proses sesungguhnya, seperti kendala setting cloud server (hosting) dan pemilihan CMS masih belum saya dokumentasikan secara jelas.

Kendala Saat Migrasi Konten

Ada banyak banget kendala yang saya alami saat memindahkan konten yang banyak tersebar di blog lainnya. Ada yang dari WordPress Self Hosted lama yang udah gak diperpanjang, kemudian konten di beberapa blogspot yang juga terbengkalai.

Optimasi Gambar Yang Butuh Ekstra Sabar

Karena kontennya banyak menyertakan gambar dan video tutorial komputer, faktor kesulitan terbesar adalah mengoptimasi gambar satu-persatu kemudian menguploadnya. Ini makan banyak waktu banget, belum lagi ada beberapa screenshot yang harus saya edit ulang, crop misalnya.

Selain membutuhkan kesabaran ekstra, tentunya pasti makan banyak kuota. Karena sampai saat tulisan ini dibuat-pun, baru sekitar 70% aja yang udah pindah ke hosting baru.

Sedangkan yang lainnya, masih butuh editing sana-sini. Itu baru 1 kendala yang saya temui.

Proses Pemilihan CMS Yang Membingungkan

Selanjutnya soal pemilihan CMS yang akan digunakan. Setelah membandingkan antara Drupal, Joomla, WordPress dan Bludit, pilihan mengerucut ke dua opsi utama, yaitu WordPress dan Bludit.

Karena sebelumnya sudah pernah menggunakan WordPress, saya pun kembali menginstall WordPress di Cloud Hosting. Setelah mulai mengisi konten yang banyak berupa gambar, tiba-tiba space hosting saya membengkak dan membuat website berat. Belum lagi soal web sever yang berbeda dari yang biasanya saya gunakan di WordPress. Ada banyak konflik terutama saat mengoptimasi dengan beberapa plugin, sebut saja Jetpack dan LiteSpeed.

Sedikit merasa frustasi dengan hal tersebut, akhirnya saya menghapus WordPress dan menggantinya dengan Bludit. Karena Bludit merupakan Flat CMS yang tidak membutuhkan database, mungkin akan sedikit mengurasi space hosting dan membuat loading lebih cepat. Setelah dites, ternyata benar. Kecepatan website saya bisa nembus angka 99/100. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada artikel ini.

Kesulitan Dokumentasi

Merasa puas dengan kecepatan loading webiste, saya mulai melanjutkan mengisi beberapa konten. Namun ditengah perjalanan, kendala mulai bermunculan. Bukan karena Bluidit CMS nya yang error, atau hostingya yang bengkak. Tapi lebih ke dokumentasi Bludit yang masih sangat minim dan kalaupun ada, rata-rata berbahasa Inggris.

Karena hosting udah terlalu lama ngaggur (sekitar 3 bulan dari masa pembelian) akhirnya saya kembali ke WordPress. Dan sampai sekarang sudah ada 200 artikel mengenai komputer yang sudah publish. Jika berkenan dan ingin melihat daftar artikel tersebut, silahkan main ke link ini (klik).

Kesimpulan Awal

Jika disimpulkan dari sedikit gambaran proses migrasi diatas, ada beberapa pelajaran yang saya ambil. Salah satu yang terpenting adalah optimasi gambar sebelum diupload kehosting. Karena saya menggunakan GNU/Linux, agak sulit juga mencari software optimasi tersebut. Kalaupu ada, rata-rata masih menggunakan CLI (terminal). Alternatif lainnya mau gak mau harus optimasi online melalui optimizilla.com.

--BERSAMBUNG--

Dilarang NYEPAM ya...
Komentar yang nyertain link aktif gak akan di publish...
EmoticonEmoticon