Sabtu, 13 Juli 2019

Tutorial Belajar Menggunakan Linux Mint Cinnamon MATE XFCE Untuk Pemula

Tutorial Belajar Menggunakan Linux Mint Cinnamon MATE XFCE Untuk Pemula

Linux Mint adalah Distro GNU/Linux yang umumnya direkomendasikan untuk pemula. Selain memiliki tampilan yang menarik, Linux Mint juga terbilang mudah digunakan.

Seiring dengan perkembangannya, Linux Mint pada edisi kali ini menyertakan 3 lingkungan desktop yang biasa disebut dengan Desktop Environment.

Masing-masing Lingkungan Desktop memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika masih bingung untuk memilih yang mana, pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama coba bahas secara cukup rinci.
Semua video pada artikel ini bebas untuk didownload, disebarkan ulang (copas) secara offline.

Video Tutorial Linux Mint Cinnamon

Untuk video pertama datang dari Linux Mint dengan desktop Cinnamon. Cinnamon merupakan Desktop Environment yang sangat berjasa mengangkat kepopuleran Linux Mint.

Disaat Distro indukannya (Ubuntu) malah beralih mengembangkan lingkungan desktop sendiri bernama Unity (sudah tidak dikembangkan lagi) yang cukup banyak menuai kritik pada masanya.

Linux Mint malah menghadirkan Lingkungan Desktop yang intuitif dan mudah digunakan yaitu Cinnamon.

Silahkan ikuti video tutorialnya yang sudah saya buatkan dibawah;

Video Tutorial Linux Mint MATE

Selanjutnya ada Linux Mint dengan desktop MATE. MATE adalah pengembangan dari Gnome 2 yang sudah ditinggalkan developernya (Gnome) yang fokus kepada Gnome 3.

Dari segi tampilan, MATE pada Linux Mint sangat berbeda dari Gnome 2 yang memiliki 2 panel (atas dan bawah). MATE juga diklaim (silahkan baca manual Linux Mint MATE) lebih ramah terhadap hardware yang beredar dipasaran.

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan Linux Mint MATE, silahkan untuk mengikuti video tutorial yang sudah saya siapkan dibawah;

Video Tutorial Linux Mint XFCE

Versi terkahir dari Linux Mint pada edisi kali ini adalah Linux Mint dengan Desktop Environment XFCE yang juga merupakan favorit saya. Diantara 2 saudaranya diatas, XFCE lebih hemat resource dan cocok dijalankan pada spesifikasi hardware yang rendah.

Bagi Anda yang lebih mengutamakan kecepatan dibanding tampilan, silahkan untuk memilih Linux Mint XFCE. Namun bukan berarti Linux Mint XFCE berpenampilan kaku, kita tetap bisa mempercantik tampilan desktopnya menggunakan Compiz.

Jika tertarik untuk menggunakan Linux Mint XFCE, silahkan mengikuti video tutorial yang sudah saya buatkan dibawah (sudah ada tips & trik setting compiz)

Kesimpulan?

Tujuan awal dibuatnya lingkungan desktop adalah untuk mempermudah penggunanya dalam mengoperasikan komputer, bukan untuk diperdebatkan.

Tentunya user diberikan kebebasan untuk memilih sesuai kebutuhan dan spesifikasi komputernya masing-masing.

Setelah melihat ke-3 Desktop Environment pada Linux Mint diatas, versi Linux Mint manakah yang menjadi favorit Anda?

Silahkan sampaikan pada kolom komentar...

Dilarang NYEPAM ya...
Komentar yang nyertain link aktif gak akan di publish...
EmoticonEmoticon