Apa Itu "Gaslighting"? Kenali Tandanya dalam Hubungan

Apa Itu

Kamu pernah nggak sih, merasa selalu salah, terus-menerus ragu sama ingatan sendiri, atau bahkan mulai bertanya-tanya, "Apa gue yang edan?" dalam suatu hubungan? Hati-hati, bisa jadi kamu mengalami yang namanya gaslighting.

Gaslighting adalah istilah psikologi yang menggambarkan bentuk manipulasi emosional yang membuat korban terus-menerus meragukan realitas, persepsi, ingatan, hingga kewarasannya sendiri. Pelakunya (gaslighter) akan membuat kamu tidak percaya pada diri sendiri, sehingga kamu jadi lebih mudah dikendalikan.

Asal Usul Istilah Gaslighting

Istilah ini berasal dari drama tahun 1938 dan film 1944 berjudul "Gas Light", di mana suaminya perlahan-lahan membuat istrinya merasa kehilangan ingatan dengan cara mengutak-atik pencahayaan lampu gas di rumah, lalu menyangkal bahwa ada yang berubah. Intinya, korban dibuat merasa dirinya yang bermasalah, bukan perilaku si pelaku.

Tanda-Tanda Gaslighting dalam Hubungan

Gaslighting tidak selalu terlihat jelas. Seringkali, hal ini dilakukan secara halus dan terselubung. Ini dia tanda-tanda bahaya (red flags) yang harus kamu waspadai:

1. Mereka Selalu Menyangkal, Meski Ada Bukti

Ini teknik dasarnya. Kamu bilang, "Kemarin kan kamu janji mau nelpon?" Dia akan balas dengan pede, "Aku nggak pernah janji begitu. Kamu lagi ngimpi ya?" atau "Kamu tuh suka banget mengada-ada." Padahal, mungkin ada bukti chat-nya. Perlahan, kamu mulai percaya versi dia.

2. Mereka Memutar Balik Fakta

Cerita dipelintir sedemikian rupa sampai akhirnya kamu yang disalahin. Misal: Kamu kesal karena dia sering telat. Dia akan bilang, "Ya elah, cuma telat 30 menit. Kamu tuh nggak toleran sih. Emangnya kamu perfect? Coba lihat diri kamu dulu yang kemarin lupa bayar listrik." Fokusnya dialihkan dari kesalahannya ke kesalahanmu.

3. Mereka Meremehkan Perasaan Kamu

Perasaan kamu selalu dianggap "berlebihan", "dramatis", atau "sensitiv banget sih".

"Basa-basi dikit aja marah. Jadi nggak enakan deh sama kamu."

"Cuma becanda doang, kok malah nangis. Lemah banget."

Ucapan seperti ini membuat kamu berpikir, "Oh iya ya, mungkin gue memang lebay." Padahal, perasaan kamu adalah hal yang valid.

4. Mereka Menyembunyikan atau Menyangkali Informasi

Mereka sengaja membuat kamu "buta" terhadap suatu informasi agar kamu bergantung pada versi cerita mereka saja. Atau, mereka bisa saja bilang, "Oh, aku sudah kasih tau kamu tuh. Kamu pasti lupa lagi." yang membuat kamu semakin ragu pada ingatan sendiri.

5. Mereka Menyerang dengan Pujian Palsu yang Merendahkan

Ini seperti racun yang dibungkus manis (backhanded compliments).

"Untung kamu cantik, jadi nggak perlu pinter-pinter amat."

"Aku salut kamu pede banget pakai baju itu, aku sih nggak akan berani."

Kedengarannya seperti pujian, tapi sebenarnya merendahkan dan membuat kamu tidak percaya diri.

6. Mereka Menggunakan Orang Lain sebagai "Alat"

Mereka akan berkata,

"Teman-temanku juga bilang kamu aneh kok kalau lagi marah."

"Bahkan mamamu sendiri kemarin bilang kamu egois."

Ini untuk meyakinkan kamu bahwa seluruh dunia setuju dengannya, dan kamulah yang salah.

7. Mereka Membuat Kamu Merasa Gila (Crazy-Making)

Ini adalah tujuan akhirnya. Setelah diberikan racun sedikit demi sedikit, kamu mulai merasakan:

  • Selalu minta maaf, padahal tidak tahu salah di mana.
  • Tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan salah.
  • Takut berbicara atau mengekspresikan pendapat, takut dibilang "dramatis".
  • Mulai menarik diri dari teman dan keluarga karena dikatakan "mereka semua tidak paham kita".
  • Merasa terisolasi, bingung, dan kehilangan jati diri.

Gaslighter itu Siapa? Tidak Selalu Jahat Seperti di Film

Perlu dicatat, tidak semua pelaku gaslighting melakukannya dengan sadar penuh. Ada yang memang memiliki kecenderungan manipulatif, tapi ada juga yang hanya menerapkan pola komunikasi toxic yang dia pelajari dari lingkungannya. Namun, motif tidak mengubah dampaknya. Dampak bagi korbannya tetaplah serius: kepercayaan diri hancur, kecemasan, depresi, hingga PTSD.

Bagaimana Cara Keluar dari Lingkaran Gaslighting?

Ini tidak mudah, tapi sangat mungkin dilakukan:

1. Percayai Perasaan dan Instingmu

Catat! Buat jurnal atau simpan bukti digital (chat, email). Saat kamu ragu, baca lagi catatanmu. Itu adalah realitasmu.

2. Bicaralah dengan Orang yang Dipercaya

Ceritakan kepada teman atau keluarga yang objektif. Minta pandangan mereka. Gaslighting semakin kuat jika kamu terisolasi.

3. Tetapkan Batasan yang Tegas

Katakan dengan jelas, "Aku tidak terima kalau perasaanku diremehkan," atau "Kita sedang membahas kesalahan kamu, jangan dialihkan ke kesalahan aku."

4. Sadari bahwa Kamu Tidak Bisa "Memperbaiki" Mereka

Gaslighting adalah masalah kontrol. Kamu tidak bisa mengubahnya dengan menjadi "lebih baik" atau "lebih penurut". Perubahan harus datang dari kemauan dia sendiri, dan seringkali butuh bantuan profesional.

5. Pertimbangkan untuk Meninggalkan Hubungan

Ini adalah opsi paling berat tapi seringkali paling diperlukan. Hubungan yang sehat tidak membuat kamu merasa gila. Jika dia tidak mau berubah dan terus menyakiti mentalmu, pergi adalah bentuk self-love tertinggi.

Bagaimana Jika Saya yang Tidak Sadar Melakukan Gaslighting?

Luangkan waktu untuk introspeksi. Tanyakan pada diri sendiri:

  • "Apakah saya sering menyangkal kata-kata/kegiatan saya sendiri?"
  • "Apakah saya sering bilang 'kamu terlalu sensitif' ke orang lain?"
  • "Apa tujuan saya dalam berdebat: mencari solusi atau menang?"

Jika jawabannya membuatmu tidak nyaman, akui itu. Minta maaf, dan cari bantuan (seperti konseling) untuk belajar pola komunikasi yang lebih sehat. Pengakuan adalah langkah pertama untuk berubah.

Kesimpulan

Intinya: Hubungan yang sehat itu membangun, bukan menghancurkan. Kamu harus merasa aman, didengar, dan dihargai. Jika kamu lebih sering merasa bingung, salah, dan kecil daripada merasa dicintai, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Kenali tandanya, pegang teguh realitasmu, dan ambil langkah untuk melindungi kesehatan mentalmu. Kamu tidak sendirian, dan kamu tidak gila.

Jika kamu merasa menjadi korban gaslighting yang serius, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor profesional.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Apa Itu "Gaslighting"? Kenali Tandanya dalam Hubungan"

Posting Komentar

Semua komentar yang masuk saya moderasi, hal ini untuk menghindari spam dan informasi yang tidak berkaitan dengan topik pembahasan.
Silahkan berkomentar dengan bijak.